Sabtu, 24 April 2021

MESKIPUN DRAMANYA DIULANG, MASALAHNYA MASIH SAMA KOK

 Oleh: Hari_destination

Yah begitulah, sesuai judul yang terpampang diatas, disini akan diceritakan tentang rasa yang terulang dengan jelas. Tidak dipungkiri meskipun pengalaman sudah pernah ditangan, adakalanya dia kembali untuk mengingatkan betapa sedihnya suatu kegagalan. Tidak jauh-jauh, bukannya kita pernah meniatkan hati melihat ulang film atau drama favorit, telah khatam dan hapal lenggak lenggok pemainnya dan kita masih saja terjebak dengan rasa yang sama. Lucu?, sayangnya ini genre melow dengan tambahan plottwist yang "membagongkan" di-injury time. Bagaimana?, bukankah suasananya masih sama, masih terbawa emosi, sedih, dan mangkel hati. Iya kan! terulang lagi seperti menonton saat pertama dulu.

Entah ini terjatuh pada lubang yang sama atau siklus masalah yang belum diselesaikan. Pernah dengar kan tentang riwayat perjalanan manusia?!. Manusia akan berada pada level yang sama sebelum menyelesaikan permasalahan utamanya. Masalah tersebut akan menjadi sebuah siklus yang berulang karena kita gagal menyelesaikannya dalam kesempatan yang diberikan. Coba kamu sejenak berpikir lagi, bukannya pernah hatimu merasa "kayak nggak asing yak sama masalah ini". Mungkin modelnya beda, tapi inti masalahnya sama.

👆Catet tuh! Penting.

Terkait tentang ulang-mengulang, masalah memang jagonya. Sudah disinggung, gambaran masalah yang belum diselesaikan seperti siklus kan. Jadinya ingin menunjukkan gambaran salah satu siklus, yaitu siklus Calvin. Hahaha… random yak. Rekomendasi dariku jangan sebut siklus itu siklus gelap, karena nanti bisa menjerumuskan pemahaman pada jurang kesesatan. Banyak yang menganggap jika namanya siklus gelap berarti jalannya siklus ketika malam, gelap, atau tidak ada cahaya. Padahal konsepnya nggak gitu B*mb*ng.

Coba cek siklusnya dibawah sini👇!


referensi: Taiz, L. & E. Zeiger, 2010, Plant Physiology, Sinauer Assc.

Kita tau kan bahwa tumbuhan termasuk pada golongan autotrof. Autotrof itu adalah makhluk hidup yang bisa menghasilkan makanan sendiri (antonimnya heterotrof). Jangan berpikir manusia juga termasuk golongan itu, meskipun bisa masak, wkwkwk. Nah makanan yang dibuat oleh tumbuhan, berupa amilum atau pati atau glukosa kompleks merupakan hasil dari proses siklus Calvin.

Perumpamaannya nih, jika kamu (pake aku-kamu saja ya biar mesra) punya masalah, kamu ibarat Ribulose-1,5-bisphosphate atau RuBP (kamu) diikat oleh CO2 (masalah) dengan bantuan enzime Rubisco (ikatan masalahnya). Kamu akan diproses tuh, ketika proses menyelesaikan masalah pasti membutuhkan yang namanya energi, saran dan support kan, nah bentuknya tuh ATP dan NADPH. Hingga pada saatnya kamu menjadi yang namanya Glyceraldehyde-3-phosphate (G3P). Nah G3P itu akan diproses, nantinya ada yang jadi glukosa dan ada yang diproses lagi jadi RuBP, tapi kebanyakan sih diproses lagi jadi RuBp lagi yaitu sebanyak 5 molekul G3P, sedangkan yang jadi glukosa hanya 1 molekul G3P. Begitu juga kamu, jika kamu berhasil menghadapi masalahnya kamu akan jadi glukosa, manis lagi banyak manfaatnya, sudah pasti level up ketahapan selanjutnya. Tapi, terkadang kita gagal menghadapi masalahnya, kayak 5 molekul G3P yang diproses jadi RuBP lagi yang nantinya akan mengemban masalah yang sama (CO2) untuk diselesaikan.

Haaah, begitulah penjelasannya, jika ndak paham dibaca-baca ulang saja, sama cari referensi bacaan lain, ditambah dikait-kaitkan deh sama hidupmu. Semoga nyambung, hehehe.

Jangan lupa berdo’a juga!. Semoga kita oleh Tuhan diberikan jiwa (batin) dan raga (dhohir) yang kuat untuk menghadapi dan menyelesaikan serangkaian masalah-masalah yang mendera, sehingga nantinya dapat menjadi manusia yang paripurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar